Dimulai 10 April 2009

Penghitungan Suara

Hasil Pemilu Legislatif

Secara Nasional

Dimulai 10 April 2009

 

JAKARTA (Radar Pemilu) – KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan memulai proses rekapitulasi suara nasional pemilu pada sehari setelah pemungutan suara 9 April. Penghitungan suara secara nasional itu akan berlangsung nonstop selama dua pekan sejak 10 April 2009.

Anggota KPU Andi Nurpati Baharuddin mengatakan, rekapitulasi sekaligus tabulasi nasional itu bisa di-update setiap hari oleh masyarakat. ”Proses rekapitulasi dilaksanakan di Hotel Borobudur,” kata Andi di gedung KPU kemarin (5/4).

Menurut dia, rekap sangat mungkin baru bisa dimulai pada 10 April pukul 00.00 WIB. Seluruh kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) saat itu telah menyelesaikan rekapitulasi di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Waktu Indonesia bagian barat mungkin yang paling terlambat karena perbedaan waktu dengan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. “Jadi startnya sesuai waktu di Jakarta (WIB),” jelasnya.

Andi mengatakan, rekapitulasi itu akan dilakukan secara bertahap. Sangat mungkin, wilayah DKI adalah provinsi di Jawa adalah paling cepat menyampaikan rekap hasil pemungutan suara. Disusul daerah-daerah luar, termasuk provinsi yang memiliki wilayah sulit. “Mereka yang mempunyai daerah dengan akses sulit membutuhkan waktu. Sebab, data rekap dilakukan dari KPU kabupaten/kota,” tuturnya.

Secara teknis, rekap dari KPPS akan dibawa terlebih dahulu di tingkat panitia pemilih kecamatan (PPK). Dari PPK, rekap dari berbagai TPS di wilayahnya akan dibawa ke KPU kabupaten/kota. Barulah kemudian KPU kabupaten/kota memindai data angka itu ke data digital untuk dikirim ke jaringan KPU pusat. “Yang ditampilkan di sini adalah data KPU kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara itu, perangkat Teknologi Informasi (TI) KPU siap untuk menggelar hitung cepat Pemilu 2009. Hitung cepat yang biasa disebut tabulasi elektronik oleh KPU itu menggandeng PT Telkom sebagai rekanan penyedia jasa TI. “Ini supaya pemilih bisa mendapat akses informasi secepat-cepatnya. Jalannya ya melalui teknologi informasi ini,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Sebanyak 471 kabupaten/kota di 33 provinsi kini telah terpasang online dengan jaringan TI KPU tersebut. Peresmian TI oleh KPU itu boleh dibilang mepet. Karena KPU baru menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai operator pada 12 Maret silam.

Menurut Hafiz, rencana KPU untuk menggelar tabulasi elektronik merupakan program lama. Pada Pemilu 2004, KPU sudah menggelar tabulasi elektronik serupa. Kali ini, tabulasi tersebut harus berlanjut. Utamanya, sebagai referensi bagi pemilih demi mengetahui hasil sementara perolehan suara di Pemilu 2009. (yra/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: