Akbar Tandjung

Fatwa Haram

Golput

Terlalu Berlebihan

JAKARTA (Radar Pemilu) – DESAKAN Ketua MPR Hidayat Nurwahid agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk golput menuai kontroversi. Salah seorang tokoh nasional yang menolak usul itu adalah Ketua Dewan Pembina Barisan Indonesia (Barindo) Akbar Tandjung.

Dia berpandangan, politik dan pemilu merupakan persoalan dunia yang bersifat profan dan tidak sakral. Karena itu, tidak tepat kalau orang yang memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput dianggap berdosa dengan ancaman neraka.

Masak urusan pemilu dikaitkan dengan agama. Rasanya terlalu berlebihan kalau hukumnya golput itu haram. Pengertian haram itu kan berarti melanggar hukum agama,” kata mantan ketua umum HMI itu di Jakarta kemarin (13/12).

Menurut dia, para pemuka agama boleh-boleh saja menganjurkan setiap warga negara, khususnya umat Islam, untuk menyukseskan agenda-agenda politik nasional. Apalagi, hak pilih merupakan hak politik yang paling asasi. Dengan menggunakan hak pilihnya, berarti umat Islam ikut menentukan arah kehidupan bangsa.

”Tapi, jangan sampai difatwakan golput itu haram. Saya kira MUI tidak perlu merespons,” tegas Akbar yang pernah menjadi ketua DPR periode 1999-2004 tersebut.

Adakah muatan politis di balik desakan Hidayat Nurwahid yang juga anggota Majelis Syura DPP PKS itu? ”Bagaimanapun, beliau itu politikus. Jadi, dalam setiap statemen bisa saja terselip muatan politisnya,” jawab Akbar.(JP/yra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: