Pilgub Jatim (3)

 

 

Golput

 

Menang Mutlak

 

SURABAYA (radarpemilu) – GULPUT (Golongan Putih), yaitu masyarakat yang tidak menggunakan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu, ternyata cukup dominan pada Pilgub Jatim yang berlangsung, Selasa (5/11).

 

 

Data yang berhasil dihimpun, angka golput atau pemilih tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) hampir separuh. Berdasarkan hasil quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), maupun Lembaga Survei Nasional (LSN), angka golput mencapai sekitar 48,5 persen dari jumlah 29,2 juta pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Dengan demikian terjadi peningkatan angka golput cukup signifikan. Pada Pilgub putaran pertama 23 Juli 2008, terdapat 11.152.406 pemilih dari 29.061.718 DPT, atau 38,37 persen yang tak datang ke TPS alias golput.

Banyak faktor yang membuat besarnya angka golput. Selain tak mendapat kartu pemilih, banyak pula yang malas ke TPS. Di Kota Kediri misalnya, lebih dari 10.000 warga yang masuk DPT tidak bisa mencoblos karena tak kebagian kartu pemilih.

Panwas Kota Kediri, Zaenal Arifin mengungkapkan, alasan warga tak mencoblos sebenarnya karena malas ke TPS serta dipicu karena tak memiliki kartu pemilih, terutama pemilih tambahan. Mereka yang tak kebagian kartu mencapai 10.162 orang.

Zaenal berpendapat, penambahan jumlah pemilih yang gagal nyoblos ini lantaran KPUD Kediri tidak cepat mendistribusikan kartu pemilih. Ini membuat angka golput di daerah ini meningkat tujuh persen dibanding Pilgub putaran pertama.

Juru bicara KPUD Kota Kediri Taufik Al Amin mengakui banyak kartu pemilih khususnya bagi pemilih tambahan terlambat didistribusikan. “Itu salah KPU provinsi yang sengaja mengirimkannya terlalu mepet yakni H-1 coblosan. Kami kan banyak pekerjaan, apalagi KPU baru saja punya gawe Pilwali Kediri 23 Oktober lalu,” elaknya.

Rendahnya partisipasi warga memilih juga terlihat di Jember, Sidoarjo, dan Bojonegoro. Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 8 Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro, Edy Purwanto. Dari beberapa TPS yang ditempatkan di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, jumlah pemilih di RS itu hanya 36 orang. Pada putaran pertama lalu, jumlah pemilih mencapai 64 orang. “Antusiasme masyarakat di putaran kedua ini sangat kurang. Bahkan, saya melihat antusiasme warga lebih besar waktu pemilihan bupati,” paparnya.

Edy mengakui, kartu pemilih menjadi alasan warga tidak mau menyalurkan hak pilihnya. Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro, Kompol Kusein Hidayat menambahkan, dari hasil pantauannya, partisipasi pemilih ke TPS tidak sampai 60 persen.

Di Jember, partisipasi pemilih lebih buruk lagi. Ketua KPUD Jember Sudarisman mengatakan, setelah memantau sejumlah TPS, ia memprediksi yang ikut coblosan tidak sampai 50 persen. Ada beberapa hal menjadi penyebab tingginya golput. Antara lain amburadulnya DPT serta tidak diliburkannya sejumlah instansi di Jember.

Sementara itu untuk meminimalkan angka golput, KPPS TPS 07 Lingkungan Wonosari Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember mengenakan pakaian kesenian kuda lumping. Sebelum TPS dibuka, warga juga disuguhi atraksi kuda lumping.

Tak ayal, TPS itu dibanjiri pemilih dan penonton.
Tingginya golput membuat prihatin panitia pemungutan suara (PPS). PPS di TPS 26 Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Surabaya mengekpresikan keprihatinan dengan menempatkan keranda mayat dan payung bawat (payung untuk orang meninggal) di depan TPS di Balai RT 7/RW 5 Kelurahan Keputran atau tepatnya di samping kantor Kecamatan Tegalsari. Di samping keranda mayat diberi tulisan “Dukanya krisis kepercayaan”. Lewat pengeras suara, juga diputar bacaan talqin, dan semua anggota KPPS mengenakan pakaian serba hitam simbol duka cita.

Ketua KPPS TPS 26 Kelurahan Keputran, Asmorohadi mengatakan penempatan keranda mayat disengaja sebagai bentuk keprihatinan atas tingginya golput. “Masak setiap ada coblosan, angka golput selalu lebih dari 50 persen,” ujarnya. (surya/yra)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: