Ramalan Pilgub Jatim

Ketika Pengamat Politik Menjadi Peramal

KaJi dan KarSa

Sama-Sama Menang

SURABAYA (radarpemilu) – PARA pengamat politik ikut sibuk menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur, 4 November besok. Betapa tidak, dengan kacamata yang berbeda mereka sama-sama meramal, siapa yang bakal memenangkan ajang Pilgub Jatim tersebut.

Dua pasangan yang bakal dipilih – masih dengan system coblos – rakyat Jatim sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim masabakti 2008-2013 besok itu adalah pasangan Dr.H.Soekarwo-Drs,H.Saifullah Yusuf (KarSa) dan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi).

Dr.Soekarwo,SH,M.Hum adalah Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jatim yang mundur dari jabatannya karena mencalonkan diri sebagai gubernur Jatim. Berpasangan dengan Saifullah Yusuf mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Pasangan KarSa ini diusung oleh koalisi PAN dan PD (Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat) Jatim. Kemudian didukung oleh Partai Golkar (PG), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) “bersatu” – yaitu dari ke dua kubu, Gus Dur dan Muhaimin Iskandar. 

Sedangkan Khofifah Indar Parawansa adalah mantan Menteri Peranan Wanita yang berpasangan dengan Brigjen TNI (Purn) Mudjiono, mantan Kasdam V Brawijaya. Pasangan KaJi ini diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersama 14 Parpol non parlemen (tidak punya kursi di DPRD Jatim). Namun sejak pekan lalu mendapat dukungan dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) atas instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ramalan

Para pengamat politik di Jakarta dan Jawa Timur, mulai melakukan ramalan “cuaca”. Mereka mulai mengutak-atik angka dan prosentase. Meramalkan bakal calon gubernur yang akan bertakhta di Gedung Negara Grahadi – singgasana Gubernur Jatim peninggalan Gubernur Jenderal Belanda Hermann Willem Daendel di Jalan Gubernur Suryo 7 Surabaya – dan di kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlwan 110 Surabaya.

Empat pengamat politik lokal (Jatim) yakni Khoirul Muluk (Unibraw), Hariadi (pengamat politik Unair), Marjuki Mustamar (Ketua PCNU Kota Malang) dan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jawa Timur, Dadan Suharmawijaya mengunggulkan Karsa.

Sementara pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit dan
Maswadi Rauf, serta calon Presiden, Sutiyoso sangat yakin, jika Kaji akan memenangi pertarungan sengit memperebutkan kursi gubernur itu.

Khoirul Muluk, pengamat politik Malang mengatakan, popularitas KaJi memang sampai sekarang masih terpelihara. Namun, Khofifah tidak boleh terlalu berharap bisa membuat kejutan untuk kalikedua.

”Dulu (pilgub putaran pertama, Red), KaJi muncul mengejutkan dengan menduduki peringkat dua. Tapi, pada 4 November besok, justru Karsa yang akan muncul mengejutkan,” kata Khoirul Muluk.

Dia beralasan, popularitas KaJi terus meroket dan keberhasilannya membentuk opini akan habis digerogoti KarSa dalam dua minggu terakhir. Ini terjadi, karena pasca pilgub putaran pertama, KarSa sudah menemukan format baru untuk mencuri pundi-pundi kekuatan kaji.

Perolehan suara mutlak di satu daerah oleh KaJi, sangat mungkin tidak akan terulang pada putaran kedua. Bagaimana dengan bergabungnya PDIP? Muluk, menilai, dukungan moncong putih tersebut tidak terlalu signifikan.

Itu terjadi karena massa akar rumput PDIP selama ini dikenal lebih akrab dengan paham nsionalis ketimbang religius yang menjadi ciri KaJi. Jika menganut teori ini, maka basis massa Megawati tersebut akan lebih sreg memilih Soekarwo yang dibesarkan dalam faham nasionalis.

”Struktural PDIP mungkin benar memilih KaJi, tapi hanya sebagian. Hasil Rakercabsus yang memenangkan Soekarwo (22 suara) dan 11 suara untuk Pak Tjip (Sutjipto) adalah bukti, Soekarwo masih menjadi idola warga PDIP,” katanya.

Prediksi kemenangan KarSa juga didasarkan pada pengaruh birokrsi Soekarwo di Jatim. Menurut Muluk, diakui atau tidak, jaringan birokrasi Karwo jauh lebih mengakar ketimbang Khofifah yang tidak pernah berkarier untuk Jawa Timur.

”Dengan berbagai alasan dan fakta saat ini, KarSa akan unggul 10 persen atas KaJi,” kata pengamat politik Unair, Hariadi. Tapi Khofifah tetap berpeluang menang. ”Hanya saja, tipis. Di bawah 10 persen. Mungkin hanya lima persen. Tapi (kemungkinan) itu kecil,” terang Hariadi.

Peluang KarSa akan semakin terbuka, jika pasangan ini bisa menggaet dan meyakinkan suara mengambang. Menurut Hariadi, Jumlah pemilih mengambang di Jatim tidak sedikit. Hanya saja untuk meyakinkan mereka butuh kerja ekstra. ”Mereka baru akan menggunakan hak pilihnya jika ada imbalan tertentu,” terangnya.

Secara terpisah Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jawa Timur, Dadan Suharmawijaya, menilai terbukanya peluang KarSa menang itu salah satunya karena dukungan Golkar ke KarSa akan jauh lebih efektif ketimbang PDIP ke Kaji.

”Dukungan Golkar akan lebih solid dari pada PDIP,” kata Dadang. Tapi secara umum, dukungan partai politik limpahan pilgub putaran pertama akan berimbang 50 persen untuk KaJi dan 50 persen lainnya ke KarSa.”Termasuk PDIP. Meski kebijakan partai ke KaJi, tetap ada yang loyal ke KarSa,” ungkap Dadan.

Bagaimana dengan PKB yang dua-duanya telah mendukung Karsa? Dadang meyakini bahwa dukungan dua PKB tersebut akan terpecah menjadi empat friksi. Yakni PKB Imam Nahrawi, PKB Hasan Aminuddin, PKB Gus Aying (KH Hasyim Karim) dan PKB Khoirul Anam (cak Anam). Namun, tetap saja akan menguntungkan Karsa.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, Marzuki Mustamar menilai, peluang kemenangan Karsa atas KaJi tersebut tak lain karena faktor budaya. ”Kekuatan Karsa merata. Dia akan unggul setidaknya di 17 kabupaten/kota,” kata Marzuki.

Bang Yos Unggulkan Kaji

Berbeda dengan pengamat Jatim. Sejumlah pengamat politik dan tokoh besar dari Jakarta malah memprediksi KaJi menang. Ini karena secara kualitas dan dukungan massa, pasangan KaJi mengungguli KarSa.

Demikian dikatakan dua pengamat politik UI)Arbi Sanit dan Maswadi Rauf, serta calon presiden, Sutiyoso di Jakarta, Minggu (2/11) kepada Surabaya Pagi. Mereka yakin Khofifah akan mampu membawa Jatim kearah yang lebih baik.

Menurut Arbi, Khofifah memiliki kemampuan menjelaskan jauh lebih baik dibandingkan Karwo dan Saefullah Yusuf. Khofifah juga dinilai bisa menggerakkan suara perempuan Jatim untuk memilih dirinya. Sementara dukungan para kiai kepada Karwo dan Saiful tidak akan punya pengaruh banyak bagi pasangan yang diusung PAN-Demokrat itu.

“Dukungan kyai untuk Saiful tidak akan efektif, sejak Muhaimin berani melawan kiai karena orientasinya uang dan kekuasaan. Kemenangan Khofifah akan menjadi test case atau uji coba pemimpin perempuan di Jawa Timur,” kata Arbi.

Arbi menilai, Saiful bukan seorang pemimpin yang baik karena yang bersangkutan dikenal sering pindah- pindah partai. Sedangkan Khofifah memiliki kepribadian jauh lebih baik, serta mampu mengelola dan memecahkan persoalan. “Kalau masyarakat sedikit kritis, apa yang bisa dipegang dari Saiful, dia sukanya ngacir kemana-mana,” lontar Arbi.

Bahkan Arbi yakin Megawati Soekarnoputri akan menyeruhkan kadernya di Jatim untuk
memilih Khofifah. “Mega akan lebih baik dukung perempuan, daripada dukung laki-laki yang tak bisa dipegang,” ujarnya.

Senada dengan Arbi, Maswadi Rauf mengatakan, Khofifah bisa menarik suara NU, PDIP, Golkar dan perempuan. Maswadi menilai massa Khofifah jauh lebih berakar daripadamassa yang dimiliki Saefullah Yusuf. “Saya meramalkan Khofifah yang akan menang,” kata Maswadi.

Capres Sutiyoso menambahkan, Khofifah adalah seorang pemimpin yang mumpuni. Karena itu, ia ‘angkat topi’ terhadap figur mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus dur ini. “Wanita satu ini pinter banget, orangnya mumpuni dan berkualitas,” puji Sutiyoso.

Karena itu – bang Yos-sapaan akrabnya, akan merasa senang bekerjasama dengan
Khofifah sebagai Gubernur Jatim, bila kelak dirinya terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2009 mendatang. “Tentu saya akan senang bekerjasama dengan Khofifah
dibanding lawannya,” tegasnya. (spg/yra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: