Caleg Tak Kredibel
Rugikan Parpol

JAKARTA (radarpemilu) – PARTAI  politik yang masih mempertahankan anggotanya yang diduga terlibat korupsi sebagai calon legislatif (caleg) dapat merugikan dan merusak nama baik parpol tersebut.

“Rakyat sekarang ini sudah pintar, masih disertakannya kader yang diduga terlibat korupsi sebagai caleg akan membuat rakyat menganggap parpol itu juga terlibat masalah,” kata pengamat politik dari Universitas Medan Area (UMA), Dr Syafruddin Ritonga, MA di Medan, kemarin.

Menurut Ritonga, pengurus parpol tidak dapat beralasan bahwa keterlibatan korupsi caleg yang bersangkutan masih dalam tahap dugaan, belum terbukti dan dinyatakan bersalah melalui pengadilan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai damai sejahtera (PDS) Ruyandi Hutasoit mengimbau kadernya terus melakukan terobosan yang dapat dirasakan langsung oleh masyakarat.

“Kader harus motivasi agar dapat lolos parliamentary threshold dan electoral threshold. Selain itu, bisa mendapatkan fraksi di DPR dengan berbagai program yang langsung bersentuhan dengan rakyat,” kata Ruyandi Hutasoit pada sambutan politiknya di Rakornas I PDS, di Jakarta, Senin (27/10).

Rakornas yang dihadiri seluruh caleg PDS untuk DPRD provinsi, kabupaten dan kota yang berjumlah 1.500 orang ini berlangsung hingga Selasa (29/10).

Menurut Ruyandi, kader dari pusat sampai daerah diharuskan melakukan terobosan yang dapat dirasakan langsung rakyat. “Intinya punya komitmen dengan nilai pluralisme yang diusung PDS dalam setiap perjuangan,” ujarnya.

Ruyandi juga mengaku telah mendengar adanya black campaign yang dihembuskan terhadap beberapa kader partainya yang diduga melakukan penggelapan dana partai, terutama dana pilkada yang disetor calon kepala daerah yang minta dukungan politik (PDS).

“Biarkan saja tudingan tersebut. Intinya penggunaan keuangan di PDS dilakukan secara transparan. Bahkan, diaudit oleh auditor independen,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu menambahkan, hal itu hanya manuver politik untuk mendiskreditkan partai.

“Ah, itu hanya manuver politik murahan dari orang yang tidak mengerti organisasi,” tuturnya. Bahkan, kata Tewu, persoalan ini sudah lama dihembuskan. Oleh karena itu, dia melihat hal yang biasa jika hembusan tersebut muncul menjelang kampanye. (Ant/sk/yous)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: