KPU Coret 72 Caleg dari
Daftar Calon Sementara

JAKARTA (radarpemilu) – KOMISI  Pemilihan Umum (KPU) mencoret sebanyak 72 calon anggota legislatif dari Daftar Caleg Sementara (DCS) karena mundur dan tidak memenuhi syarat administrasi.

            Dalam daftar caleg yang dicoret itu terdapat nama Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoptri dan artis Wulan Goeritno.

            Hal tersebut disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum Endang Sulastri kepada wartawan di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (28/10).

            Endang menjelaskan, dari 72 orang caleg yang dicoret itu, sebanyak 66 orang mengundurkan diri sebagai caleg, empat orang diduga berijazah palsu, dan dua caleg masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Partai politik bisa mengganti caleg yang dicoret itu. “Partai boleh mengganti dengan nomor urut di bawahnya,” ujarnya.

            Menurut informasi, Sukmawati Soekarnoputri dicoret karena menggunakan ijazah palsu dan Wulan Goeritno karena tidak menyerahkan ijazah. Sementara caleg yang masih berstatus PNS kabarnya seorang dosen IPDN.

            Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menunda melaporkan sebanyak 13 calon anggota DPR ke kepolisian karena diduga menggunakan dokumen palsu untuk mendaftar.   Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini, di Jakarta, Selasa mengatakan Bawaslu perlu berkoordinasi dengan KPU dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum kemudian melapor ke kepolisian.

            “Kita akan chek langsung ke pihak-pihak di mana dokumen tersebut diterbitkan. Sehingga kita tahu apakah dokumen itu asli atau tidak,” katanya setelah rapat koordinasi antara KPU, Bawaslu, dan Mabes Polri.

            Selain itu, Bawaslu juga akan berkoordinasi dengan KPU untuk meminta keterangan bahwa caleg yang bersangkutan memang telah mendaftar sebagai caleg.

            “Perlu ada penyertaan surat keterangan dari KPU bahwa caleg tersebut telah mendaftar dan menggunakan dokumen itu,” katanya.

            Ketua Bawaslu menjelaskan dari 13 caleg yang diduga menggunakan dokumen palsu, Bawaslu telah melakukan investigasi pada satu caleg yang diduga kuat. Sementara untuk tiga caleg lainnya Bawaslu sedang melakukan klarifikasi ke pihak terkait dan sisanya Bawaslu masih harus berkoordinasi dengan KPU.

            Anggota KPU Andi Nurpati mengatakan terkait indikasi pidana yang dilakukan caleg, KPU akan melapor ke Bawaslu dan nantinya Bawaslu yang akan meneruskannya ke kepolisian.    KPU, kata Andi, akan memberikan keterangan tertulis kepada Bawaslu bahwa yang bersangkutan telah mendaftar sebagai calon anggota DPR dan memberikan dokumen-dokumen yang telah diserahkan caleg tersebut pada KPU untuk mendaftar.

 

Coret Nama Caleg

            Sementara itu, ditemui setelah rapat koordinasi, Brigjen Pol Badrodin Haiti dari Mabes Polri mengatakan sebelum melaporkan caleg yang diduga melakukan tindak pidana, Bawaslu harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu. “Harus ada bukti yang cukup. Kalau sudah baru lapor ke kepolisian,” katanya.

            Ia mengatakan dokumen-dokumen yang digunakan caleg untuk mendaftar harus lengkap, termasuk surat keterangan dari KPU bahwa yang bersangkutan telah mendaftar sebagai caleg. “Kalau semua sudah siap, kepolisian siap untuk mengusut,” katanya.

            Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum mengundang perwakilan partai politik pada Selasa malam, di Gedung KPU, Jakarta, untuk memeriksa daftar calon tetap anggota DPR. (sk/yra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: