Jusuf Kalla Izinkan Sultan Maju Capres

JAKARTA(radar pemilu) – Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla tidak keberatan dan malah mengizinkan kader partainya, Sri Sultan Hamengku Buwono X, maju sebagai capres (calon presiden) tahun 2009 mendatang.

Jusuf Kalla potong tumpeng HUT ke-44 Partai Golkar, 20 Oktober 2009

Jusuf Kalla potong tumpeng HUT ke-44 Partai Golkar, 20 Oktober 2009

Kendati demikian, ujar JK – panggilan Jusuf Kalla — jika Sultan ikut berkompetisi pada 2009 nanti, karena jabatan Sultan sekarang masih anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, maka diharapkan untuk izin lebih dulu ke Partai Golkar.

”Kalau Pak Sultan atau siapa saja dicalonkan oleh Partai Republikan, silakan. Tidak ada seorang pun,termasuk saya (bisa) melarang,” ujar Kalla seusai syukuran hari ulang tahun (HUT) ke-44 Partai Golkar di Jakarta, Senin (20/10).

Kalla mengungkapkan bahwa dia juga tidak dicalonkan oleh Partai Golkar saat maju sebagai wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2004. Namun, sebelum maju sebagai cawapres, dia mengaku sudah izin terlebih dulu kepada partai sehingga terhindar dari sanksi. ”Dulu saya ini tidak dipecat karena saya minta izin, saya minta izin sama (partai). Fahmi (Fahmi Idris, pengurus DPP Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian) yang dipecat karena dia pengurus. Enggakapa-apa, tapi karena pendapatnya ternyata benar ya kita rehabilitasi,” beber Kalla.

Rapimnas Partai Golkar yang berakhir Minggu (19/10) memutuskan capres dan cawapres Partai Golkar baru akan diumumkan setelah pemilu legislatif. Namun, dari kalangan internal partai muncul usulan agar Golkar mengumumkan capres sesegera mungkin. Nama Sri Sultan muncul sebagai salah satu kandidat capres dari Golkar.

Bahkan organisasi sayap Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sudah mengusulkan Sri Sultan sebagai capres pada 2009. Kalla membantah bila Rapimnas Golkar telah memutuskan 10 nama calon presiden dan wakil. Menurut dia, yang disebut dalam rapat hanya kader-kader terbaik milik Golkar. ”Kita tidak pilih penumpang- penumpang gelap lagi seperti dulu.

Golkar sudah kerja keras setengah mati, tiba-tiba ada orang di tengah jalan ingin naik kendaraan yang sudah setengah mati kita bina ini,” ungkap Kalla. Menanggapi desakan dari sejumlah pihak agar Golkar segera mengumumkan nama capres atau cawapres, Kalla menjawab bahwa saat ini yang harus ditonjolkan ke publik adalah nama-nama calon legislatif (caleg).

Jika, nama capres dan cawapres diumumkan sekarang, dikhawatirkan akan mengganggu kampanye caleg. ”Pengalaman dulu, karena terlalu banyak calon muncul dalam konvensi,maka para peserta konvensi datang ke daerah-daerah, bukan mengampanyekan Golkar, tapi mengampanyekan dirinya. Padahal pada saat itu belum waktunya calon presiden dipilih, sehingga Golkar tidak mendapat suara maksimal,” lanjutnya. Soal kriteria partai politik (parpol) yang akan digandeng Golkar,Kalla menyebut parpol tersebut harus satu tujuan.

Kriteria lain yang tidak kalah penting adalah parpol itu mampu memenangkan calon yang diusung Golkar. ”Harus meyakinkan bahwa koalisi dengan partai A atau B itu dapat memenangkan pilpres,” tutur Kalla. Pinangan koalisi dari PDIP sangat diapresiasi oleh Kalla dan Golkar.Namun,Kalla mengaku belum pernah membicarakan masalah koalisi ini secara formal.

Di Cirebon,Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan partainya akan melakukan survei sebelum menentukan capres dan cawapres.Penentuan capres menunggu hasil perolehan suara pada pemilu legislatif mendatang. ”Dengan perolehan suara pemiluitu,kamibisamenentukan apakah akan mampu mengusung calon presiden. Hal itulah yang akan dijadikan pertimbangan kami dalam menentukan calon presiden,” ujarnya di Cirebon, Senin (20/10).

Sultan Menjawab

Di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan akan memastikan jadi tidaknya maju dalam bursa calon presiden pada saat Pisowanan Agung di Alun-alun Utara Jogjakarta pada 28 Oktober mendatang.

Langkah ini diambil Sultan untuk memberikan jawaban pada rakyat yang menanyakan kesediaannya pada acara tersebut. ”Ya nanti saja, saat 28 Oktober. Saat itu saya akan jawab jika memang diminta menjawab mengenai pencapresan ini,” kata Sultan di Gedung DPRD DIJ kemarin. Walau demikian,Raja Keraton Jogjakarta ini masih merahasiakan bersedia atau tidaknya menjadi capres.

”Yang jelas kan saya harus putuskan, jadi bisa oke bisa tidak,”ungkapnya. Dengan kepastian akan memberikan jawaban atas keinginan berbagai elemen masyarakat untuk maju menjadi capres, berarti Sultan akan menghadiri Pisowanan Agung yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bantul, Gerakan Kawulo Mataram Manunggal (GKMM) dan beberapa elemen lain.

Sultan juga akan memberikan jawaban bukan hanya kepada masyarakat yang pro, tetapi juga masyarakat yang kontra. ”Soal pro dan kontra itu hal yang wajar, lha wongkebijakan saja ada yang pro dan kontra. Semua akan saya jawab,”janjinya. Jika Sultan baru akan memberi jawaban,Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad menyatakan siap maju sebagai capres maupun cawapres dari Partai Golkar.

Fadel menunjuk pernyataan kesiapannya itu sejalan dengan aspirasi yang berkembang dalam rapimnas. Fadel termasuk dalam 10 kader yang bisa diajukan sebagai capres. ”Saya siap untuk dicalonkan dalam rapimnas, karena saya adalah salah satu kader terbaik Golkar, apalagi banyak kok yang menginginkan saya maju.Buktinya nama saya masuk 10 besar,” tutur Fadel di Makassar, Senin (20/10).

Krisis Kepemimpinan

Dihubungi terpisah,pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai hasil rapimnas semakin menunjukkan Golkar tengah mengalami krisis kepemimpinan. Hal itu terlihat dengan tidak beraninya partai berlambang beringin itu memunculkan tokoh-tokohnya sebagai capres di Pemilu 2009 mendatang.

”Ini menandakan kader Golkar hanya tokoh kelas dua di dalam kancah perpolitikan nasional,” nilai Arbi di Jakarta kemarin. Sebagai kekuatan politik terbesar saat ini, Golkar harus berani menampilkan capres sejak dini.Tidak perlu menunggu usai pemilu legislatif. Arbi Sanit melihat hasil rapimnas lalu bisa berdampak pada kurangnya animo masyarakat terhadap Golkar.

”Masyarakat akan berpandangan, untuk apa memilih partai yang hanya diisi tokoh kelas dua,sementara ada partai lain yang memiliki tokoh kelas satu,”ujarnya. Penilaian senada dikemukakan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Bahkan, Syamsuddin menilai Golkar seolah- olah tak siap ikut Pemilu 2009.Menurut dia, rapimnas hanya sebagai ajang pengukuhan Kalla sebagai tokoh paling ditonjolkan dalam pesta demokrasi 2009 mendatang.

”Sementara kader-kader Golkar lainnya dikebiri. Makanya, tidak heran kalau rapimnas Golkar tidak menghasilkan keputusan strategis, terutama soal sosok yang akan dimajukan sebagai capres,” katanya.Padahal,di internal Golkar banyak tokoh potensial yang memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk bersaing dengan Kalla. (sin/01)

 

Satu Balasan ke Jusuf Kalla Izinkan Sultan Maju Capres

  1. asuna17 mengatakan:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pemilu-2009.infogue.com/jusuf_kalla_izinkan_sultan_maju_capres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: