KPU Jatim Enggan Buat Juklak Pilgub Putaran II

 

KPU Jatim Enggan Membuat

Juklak-Juknis Pilgub Jatim II

 

SURABAYA(radar pemilu) – PANITIA Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur akhirnya tak sabar menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) Pilgub putaran kedua. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur enggan membuat juklak dan juknis Pilgub putaran kedua.

 

KPU Jatim menganggap tak ada perbedaan regulasi antara putaran pertama dan kedua, sehingga tak membutuhkan juklak dan juknis baru. Anggota Panwas Abdullah Bufteim mengungkapkan, pihaknya habis kesabaran menunggu juklak-juknis dari KPU.

Jika menuruti keberadaan juklak-juknis, pihaknya khawatir Panwas tak akan melakukan apa-apa, sedangkan masa kampanye semakin dekat. Panwas pun memutuskan bergerak sendiri dengan bermodal aturan KPU No 8/2007 tentang Aturan Kampanye. Panwas juga sudah mengirim surat edaran ke Panwas kabupaten/ kota agar mulai bertindak tanpa menunggu juklakjuknis.

 

”Jadi Panwas kabupaten/ kota sudah bisa bertindak menertibkan pasangan calon yang melanggar. Jumat (17/ 10) kemarin kita sudah kirimkan surat edarannya. Kita sudah kehilangan kesabaran menunggu juklak-juknis,” kata Abdullah.

Panwas sebenarnya masih berharap adanya juklak-juknis sebagai landasan dalam penertiban putaran dua. Namun, Abdullah memaklumi kesibukan KPU yang harus dibebani banyak tugas, sedangkan anggaran baru saja turun. Terkait aturan kampanye, Panwas memutuskan tidak memakai sistem akumulatif pada lima unsur kampanye.Sistem akumulatif diterapkan pada putaran pertama lalu dan sempat menyembulkan perbedaan tafsir antara Panwas dan KPU.

Kelima unsur tersebut di antaranya dilakukan pasangan calon,memuat foto calon, ajakan memilih serta dilakukan di luar waktu kampanye. ”Jadi kalau ada satu unsur saja terjadi, akan kami anggap sebagai pelanggaran,” ujar panwas dari unsur pers ini. Terkait pelanggaran kampanye, Abdullah mengakui sejauh ini baru masuk dua laporan Surabaya dan Tuban. Salah satu pasangan calon dianggap sudah melakukan kegiatan ”berbau” kampanye walaupun belum memasuki masa kampanye.

Sayang Abdullah belum menyebut pasangan mana dan jenis pelanggaran yang dilakukan. Alasannya, itu baru sebatas laporan secara lisan dan belum bisa dipastikan secara resmi sebagai pelanggaran. ”Besok saja kita tunggu laporan lengkapnya,”katanya. Pihaknya mengakui banyak unsur kampanye yang dilakukan masing-masing pasangan, baik KaJi maupun Kar- Sa.

Dicontohkan, ajakan mencoblos yang sering diutarakan saat sosialisasi, menurutnya sudah berbau kampanye. Dihubungi terpisah, anggota KPU Arief Budiman mempersilakan Panwas melakukan penertiban berdasarkan aturan KPU No 8/2007. Pihaknya tetap pada keputusan semula, tidak membuat juklak-juknis baru pada putaran dua ini. ”Pada intinya tak ada perbedaan regulasi.

Perbedaan antara putaran pertama dan kedua mungkin hanya waktunya saja. Silakan saja panwas bertindak menurut aturan KPU No 8/2007,karena di situ juga sudah lengkap dan jelas,” kata Arief Budiman. (sindo/01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: