Duet SBY-JK Makin Mesra

SBY-JK Dipertahankan

JAKARTA (radar pemilu) – SEJAK wacana duet SBY-JK di pertahankan, pasangan ini makin mesra di setiap forum terbuka. Salah satunya saat keduanya hadir di acara HUT Partai Demokrat di Jakarta, 19/10.  Selain itu, popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden kembali menduduki posisi teratas.

Dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru, popularitas SBY menyalip Megawati Soekarnoputri yang pada medio Juni 2008 menempati posisi pertama.Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani mengatakan, 32 % dari 1.239 responden yang tersebar di seluruh Indonesia memilih SBY jika pemilihan presiden (pilpres) dilakukan saat ini. Popularitas SBY tersebut mengalahkan lebih dari 20 nama lain yang diasumsikan menjadi calon presiden (capres).

Posisi SBY disusul Megawati yang memperoleh pemilih 24%,Wiranto 6%,dan Prabowo Subianto 5%. Jika jumlah capres dikerucutkan menjadi 6 nama, SBY akan memperoleh 37%. Disusul Megawati 28%, Wiranto 8%, Prabowo Subianto 7%, Sri Sultan Hamengku Buwono X 5%, Sutiyoso 1%, dan 14% responden menjawab belum tahu.

Saiful mengatakan, naiknya kembali popularitas SBY tidak lepas dari kebijakannya pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sekalipun menaikkan BBM,SBY juga membuat kebijakan yang menguntungkan masyarakat.

”Misalnya, kenaikan BBM disertai kompensasi BLT (bantuan langsung tunai) untuk masyarakat miskin,” kata Saiful saat mempresentasikan hasil survei LSI di Jakarta kemarin. Faktor lain yang berpengaruh terhadap naiknya popularitas SBY adalah keberhasilan di sektor pertanian, dengan pertama kalinya surplus dalam 10 tahun terakhir.

Saiful mengungkapkan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang gencar disosialisasikan juga berdampak pada kenaikan popularitas SBY. Dia mengatakan,program tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

PNPM Mandiri adalah program penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. ”Bentuk kebijakan tersebut (PNPM) juga mempunyai aspek politik untuk kampanye.Itu keuntungan incumbent (SBY sebagai capres yang akan maju pada Pilpres 2009),”urainya.

Kenaikan popularitas SBY pada survei terakhir LSI ini mencapai 7%. Sebelumnya, pada survei Juni 2008, popularitas SBY 25%.Bila kali ini SBY naik, popularitas Megawati sebaliknya, turun 6%.Pada survei Juni 2008 persentase popularitas putri Presiden Indonesia pertama Ir Soekarno tersebut 30%.

Saiful menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan LSI selama empat tahun,popularitas SBY turun cukup tajam setelah menurunkan kebijakan menaikkan harga BBM pada Juni 2008.Selama empat tahun itu popularitas SBY sering turun pada semester pertama (Januari–Juni).

Popularitasnya kembali naik pada semester kedua (Juli– Desember). Dia memprediksi popularitas yang saat ini dilansir LSI akan stabil hingga Desember 2008. Kemudian, pada Januari hingga Juni 2009, popularitas SBY kembali turun.

”Jika pola ini stabil, maka pada Juli dan September 2009 (saat pemilihan), kecenderungan akan berpihak pada SBY,” ujar Saiful. Walau begitu, Saiful juga menggarisbawahi bahwa krisis keuangan global mungkin akan menimbulkan badai panas opini publik.

”Ini tergantung apakah efek krisis itu ternetralisasi dalam waktu sebulan ke depan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan besar kepuasan atas kinerja SBY akan kembali turun,”ramalnya. Terkait survei ini, Saiful juga mengungkapkan potensi Sri Sultan Hamengku Buwono X bersaing dalam bursa calon presiden.

Jika terus disosialisasikan,Sultan potensial bersaing, mengingat tingkat resistensi masyarakat padanya paling rendah. Dari 1.239 responden, 793 di antaranya mengetahui Sultan. Dan dari 793 yang mengetahui tersebut, 86% suka dengan Sultan. Survei LSI ini dilaksanakan pada September 2008.

Usia responden berjarak lebar, mulai kurang dari 19 tahun hingga lebih dari 50 tahun. Berdasarkan pendidikan, dari 1.239 responden 58,4% berpendidikan SD atau di bawahnya,17,9% berpendidikan SLTP, 16,2 % berpendidikan SLTA, dan 6,5% berpendidikan sarjana. Survei tersebut mempunyai tingkat kepercayaan 95% dengan toleransi kesalahan kurang lebih 2,8%.

Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa atau kelurahan yang terdiri hanya 10 responden. Di tempat yang sama, Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo menilai ada dinamika politik yang menarik dari hasil survei LSI.

Dia mengatakan, survei tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat masih menginginkan tokoh yang sudah terkenal untuk menjadi presiden. Dia memprediksi, mulai Januari 2009 persaingan akan semakin panas.Masingmasing calon akan bukabukaan dan bisa jadi saling menyudutkan.

Maka, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, PDIP yang mencalonkan Megawati, akan mempersiapkan diri. PDIP akan berusaha menarik simpati masyarakat dalam pemilu legislatif maupun pilpres. Salah satu caranya memunculkan kabinet bayangan.

Dengan cara tersebut masyarakat akan semakin tahu langkah politik PDIP jika berhasil mendudukkan ketua umumnya sebagai presiden. Di sisi lain, PDIP juga masih menggodok cara khusus untuk menarik massa.

”PDIP sedang mempersiapkan bentuk kampanye khusus yang efektif untuk menarik massa,” katanya tanpa mau menyebutkan secara detail. Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng bersyukur dengan hasil survei LSI.Artinya,ujar dia,kinerja SBY selama ini dihargai oleh masyarakat dan hasil survei tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia rasional.

”Ini (survei LSI) membuktikan masyarakat puas atas kinerja Presiden,” ujarnya. Dia mengungkapkan, salah satu kinerja yang dilihat masyarakat adalah pemberantasan korupsi. Dalam pemerintahan SBY-JK, pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang bulu. Semua yang terbukti korupsi akan ditindak sesuai hukum yang ada.

Selain itu,keamanan dalam negeri selama kepemimpinan SBY-JK juga terjamin. Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Jeffrie Geovanie memprediksi dalam pilpres nanti akan muncul kejutan.

Dia melihat tokoh seperti Sultan Hamengku Buwono X dan Prabowo Subianto berpotensi membuat kejutan. Dengan iklan, misalnya, Prabowo semakin dikenali masyarakat. Popularitasnya itu akan melambung jika dia akan dipanggil Pansus Orang Hilang DPR. ”Pansus Orang Hilang justru akan menaikkan popularitas Prabowo,” katanya. (sindo/01

 

 

Satu Balasan ke Duet SBY-JK Makin Mesra

  1. Singal mengatakan:

    Kalau manusia (laki dengan perempuan) makin mesra, berarti jatuh cinta….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: